Selasa, 01 Juli 2014

Rangkuman makalah Sosiologi & Politik


1.     Ilmu pengetahuan & sosiologi

Ilmu pengetahuan  atau  ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

    Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

Pengertian sosiologi secara umum dapat didefinisikan  sebagai ilmu yang mempelajari tentang hubungan sosial yang terjadi pada suatu lingkungan. Adapun tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

     Objek sosiologi:
1.      Objek Material
2.      Objek Formal
3.      Objek Budaya
4.      Objek Agama

 
2.  Proses Sosiologi & Interaksi Sosiologi

     Proses Sosial yaitu proses dimana adanya interaksi antar manusia dan kelompok masyarakat

Interaksi Sosial adalah hubungan timbal balik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok dalam masyarakat. Interaksi ini sifatnya dinamis.
Bentuk-bentuk Interaksi sosial:

Dalam kenyataan sehari-hari terdapat 3 macam cakupan dalam interaksi sosial yaitu : 
  1.  Interaksi antara individual dengan individual
    Individual yang satu memberikan pengaruh, rangsangan atau stimulus kepada individual lainnya.
  2. Interaksi antara individual dengan kelompok
    Secara kongkret bentuk interaksi sosial antara individual dengan kelompok bisa di lihat pada contoh : seorang guru sedang mengajar siswa-siswinya di dalam kelas.
  3. Interaksi antara kelompok dengan kelompok
    Bentuk interaksi seperti ini menunjukan bahwa kepentingan individual dalam kelompok merupakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individual dalam kelompok lain.

3. Kelompok-kelopmpok Sosial

Manusia adalah mahluk sosial. Sosialitas manusia, secara asasi merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolak. Manusia hanya dapat berkembangan sebagai manusia seutuhnya hanya bila ia berada dalam kelompok. Karl Marx (Perdue, 1986:312) menyatakan bahwa sociability manusia lebih dari sekedar pengertian bahwa manusia membutuhkan yang lainnya untuk memenuhi kebutuhannya.

Macam-macam Kelompok Sosial
  •  In Group dan Out Group
  •  Primary Group dan Secondary Group
  • Gemeinschaft dan Gesselschaft
  • Formal Group dan Informal Group
Kelompok-kelompok yang tidak teratur nampak dalam kerumunan masa. Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat sementara, kerumunan tidak terorganisasi. Kerumunan dapat saja memiliki pemimpin, namun tidak mempunyai sistem pembagian kerja mapun sistem pelapisan sosial. Interaksinya bersifat spontan dan tidak terduga. Individu-individu yang merupakan kerumunan, berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, dan juga pada waktu yang bersamaan.

Masyarakat Desa & Masyarakat Kota
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa.

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

 
4. Lembaga Kemasyarakatan

Lembaga kemasyarakatan adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat. Wujud yang kongkrit lembaga kemasyarakatan tersebut adalah asosiasi (Asosiation).

Tujuan Lembaga Kemasyarakatan diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Menjaga Keutuhan masyarakat

2.      Pedoman dalam bertingkah laku dalam menghadapi masalah dalam masyarakat,terutama menyangkut kebutuhan pokok.

3.      Merupakan pedoman sistem pengendalian sosial di masyarakat

       Social Control (Pengendalian Social)
Social Control adalah sistem atau proses yang dijalankan oleh masyarakat selalu disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat.

Ciri-ciri umum dan tipe lembaga kemasyarakatan
Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatan mempunyai beberapa ciri umum,yaitu :
a) Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola prilaku yang terwujud dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
b) Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan.
c) Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d) Lembaga kemasyarakatan mempuyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk memcapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e) Lembaga bisanya juga merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
f) Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tidak tertulis.

Tipe-tipe Lembaga kemasyarakatan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Sudut perkembangannya.
2. Sudut sistem nilai-nilai.
3. Sudut penerimaan masyarakat.
4. Sudut fungsinya.

 
5. Struktur Sosial & Perubahan Sosial

Stratifikasi sosial merupakan suatu konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota masyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimilikinya. Mobilitas sosial merupakan perubahan status individu atau kelompok dalam stratifikasi sosial. Pelapisan sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan.

Faktor-Faktor Perubahan Sosial
Faktor internal :
• Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
• Adanya Penemuan Baru: 1. Discovery 2. Invention 3. Innovation /Inovasi
• Konflik yang terjadii dalam masyarakat
• Pemberontakan atau revolusi
Faktor eksternal :
1. perubahan alam
2. peperangan
3. pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)

Perubahan Sosial Abad 20

Pada permulaan abad ke 20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Itu semua berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, kemudian munculnya kota-kota industri baru, dan bertambahnya kriminalitas dan lain-lain. Konsekuensinya adalah perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.               

Perubahan itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. dan kemudian lahirlah sosiologi modern.

 
6. Sistrm Politik

Sistem Politik adalah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan (masyarakat/negara).

Objek politik dibagi atas empat objek:
  1. Sistem sebagai Objek Umum
  2. Objek-objek Input
  3. Objek-objek Output
  4. Pribadi sebagai Objek

Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Sistem politik Indonesia dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan mencapai tujuan nasional maka harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dalam menyelenggarkan  politik negara, yaitu keseluruhan penyelenggaraan politik dengan memanfaatkan dan mendayagunakan segala kemampuan aparatur negara serta segenap daya dan dana demi tercapainya tujuan nasional dan terlaksananya tugas negara sebagaimana yang ditetapkan dalam UUD 1945. Sebagai suatu sistem, sistem politik terdiri atas berbagai sub sistem antara lain sistem kepartaian, sistem pemilihan umum, sistem budaya politik dan sistem peradaban politik lainnya. Dalam eksistensinya sistem politik akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan tugas dan fungsi pemerintahan serta perubahan dan perkembangan yang ada dalam faktor lingkungan.

7. Struktur & Fungsi Politik

Struktur politik adalah tata susunan kelembagaan dalam kehidupan politik suatu negara. Struktur politik terdiri dari suprastruktur dan intrastruktur.
Suprastruktur mencakup :
1. pemerintahan
2. lembaga tinggi negara
3. aparatur-aparatur

Infrastruktur mencakup saluran organisasi untuk penyaluran aspirasi rakyat, seperti :
1. parpol (partai politik)
2. kelompok kepentingan
3. kelompok penekanan
4. pendapat umum bersama-sama media massa

Fungsi politik adalah pemenuhan tugas dan tujuan struktur politik. Jadi, suatu struktur politik dapat dikatakan berfungsi apabila sebagian atau seluruh tugasnya terlaksana dan tujuannya tercapai. Oleh karena itu, struktur politik di bedakan atas infrastruktur politik, yaitu struktur politik masyarakat atau rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat, sektor politik masyarakat, dan suprastruktur politik, yaitu struktur politik pemerintahan, sektor pemerintahan, suasana pemerintahan.

Intinya struktur politik merupakan sekumpulan elemen didalam pemerintahan yang fungsinya agar pemerintahan tesebut dapat berjalan dengan maksimal dan efisien.

 
8. Sistem Pemerintahan & Demokrasi
Pengertian sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur pemerintahannya. Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi :
1. Presidensial.
2. Parlementer.
3. Komunis.
4. Demokrasi liberal.
5. Liberal.
6. Kapital.

Pengertian demokrasi adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pengertian lain demokrasi adalah memperbincangkan tentang kekuasaan. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua. Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang, dan di dalam sistem politik yang demokratis seluruh warga atau seluruh masyarakat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia.
Lembaga negara adalah lembaga pemerintahan, dimana lembaga tersebut dibuat oleh suatu negara, dari negara, dan untuk negara yang bertujuan untuk membangun negara itu sendiri.

9. Hukum, Kekuasaan dan Wewenang

Hukum merupakan peraturan-peraturan dan larangan-larangan yang bentuknya tertulis maupun tidak tertulis, dibuat oleh penguasa yang berwenang untuk mengurus tata tertib suatu masyarakat yang harus ditaati agar kehidupan masyarakat terjamin keamanan dan ketertibannya. Hukum itu mempunyai sifat mengatur dan memaksa, serta memilki sanksi bagi yang melanggarnya. Menurut wujudnya hukum dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.Hukum Obyektif.
2. Hukum Subyektif

Kekuasaan berarti suatu kemampuan yang melekat pada seseorang yang digunakan untuk mendapatkan sesuatu sesuai cara yang dikehendaki. Dalam hal ini kekuasaan seorang pemimpin memerlukan basis kekuasaan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi orang lain.
     Aspek yang paling penting dari kekuasaan adalah bahwa kekuasaan tersebut merupakan fungsi ketergantungan. Semakin besar ketergantungan B terhadap A maka makin besar kekuasaan yang dimiliki A terhadap B.

Saluran-saluran Kekuasaan:
1. Saluran Militer
2. Saluran Ekonomi
3. Saluran Politik
4. Saluran Tradisional
5. Saluran Idiologi

Dasar dari wewenang adalah hukum. Indonesia sebagai negara yang berasaskan konstitualisme, yang berati semua tindakan negara dan pemerintah, haruslah sesuai atau berlandaskan kepada konstitusi. Undang-undang dan hukum yang dibuat sebagai pelaksanaan yang harus mencerminkan isi dari konstitusi tersebut.

     Birokrasi adalah sebuah konsep sosiologi dan sains politik yang merujuk kepada cara bagaimanapun melaksankan dan menguatkan peraturan-peraturan yang sah secara sosial. Pengurusan ini disifatkan dengan tatacara piawai, pembagian tanggung jawab, hierarki dan hubungan tidak pribadi.

 
10. Public Choice

     Public choice merupakan sebuah perspektif didalam bidang politik yang timbul dari pekembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi terhadap proses pengambilan keputusan kolektif dan berbagai fenomena non pasar.  

     Perkembangan Public Choice dalam mengubah bidang-bidang sosial maupun politik sesuai hukum ekonomi klasik yang analog dengan pemerintahan dan penawaran komoditas. Dengan analogi tersebut, maka pemerintah bisa diartikan sebagai supplier, yang bisa menyediakan komoditas publik untuk masyarakat. Public Choice bukan suatu objek studi tetapi sebuah cara menelaah subjek, jadi Public choice bisa menjadi petunjuk bagi pengambil keputusan untuk menentukan pilihan kebijakan yang efektif.

     Rent Seeking merupakan suatu proses dimana seseorang atau sebuah perusahaan mencari keuntungan melalui manipulasi dari situasi ekonomi daripada melalui perdagangan.

     Money Politic adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik agar orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun agar menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum.

 

11. Kelompok-kelompok Sosial

     Manusia adalah mahluk sosial. Sosialitas manusia, secara asasi merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolak. Manusia hanya dapat berkembangan sebagai manusia seutuhnya hanya bila ia berada dalam kelompok.

     Kelompok-kelompok yang tidak teratur nampak dalam kerumunan masa. Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat sementara, kerumunan tidak terorganisasi. Kerumunan dapat saja memiliki pemimpin, namun tidak mempunyai sistem pembagian kerja mapun sistem pelapisan sosial. Interaksinya bersifat spontan dan tidak terduga. Individu-individu yang merupakan kerumunan, berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, dan juga pada waktu yang bersamaan.

Masyarakat desa menurut Sutardjo Kartohadi Kusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hokum di masa hokum di mana bertempat  tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.

Masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Macam macam kelompok sosial :

o   kelompok social statistic

o   Kelompok kemasyarakatan

o   Kelompok social

o   Kelompok asosiasi 

12. Kebudayaan dan Masyarakat

Kebudayaan ialah semua hasil karya, rasa dan cita-cita masyarakat.
Unsur-unsur kebudayaan menurut C.Kluckhohn:
  • Peralatan dan perlengkapan hidup manusia.
  •  Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
  •  Sistem kemasyarakan.
  •  Bahasa
  • Kesenian.
  •  Sistem pengetahuan.
  • Religi.
       Fungsi kebudayaan yaitu untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap jika akan berhubungan dengan orang lain di dalam menjalankan hidupnya. 

Gerak kebudayaan atau dinamika kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup didalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Gerak manusia terjadi oleh sebab adanya hubungan dengan manusia lain. Artinya, karena terjadinya hubungan antar kelompok manusia dalam masyarakat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar