1. Ilmu pengetahuan & sosiologi
Ilmu
pengetahuan atau ilmu adalah seluruh usaha sadar
untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari
berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar
dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan
membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari
keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge),
tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang
disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang
diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu
terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang
dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Pengertian sosiologi
secara umum dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari
tentang hubungan sosial yang terjadi pada suatu lingkungan. Adapun tujuan
dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk
menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Objek sosiologi:
1. Objek
Material
2. Objek
Formal
3. Objek
Budaya
4. Objek
Agama
2. Proses Sosiologi & Interaksi
Sosiologi
Proses Sosial yaitu proses dimana adanya interaksi antar manusia dan kelompok masyarakat
Interaksi Sosial adalah
hubungan timbal balik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok,
atau kelompok dengan kelompok dalam masyarakat. Interaksi ini sifatnya dinamis.
Bentuk-bentuk Interaksi
sosial:
Dalam kenyataan sehari-hari terdapat 3
macam cakupan dalam interaksi sosial yaitu :
- Interaksi antara individual dengan
individual
Individual yang satu memberikan pengaruh, rangsangan atau stimulus kepada individual lainnya. - Interaksi antara
individual dengan kelompok
Secara kongkret bentuk interaksi sosial antara individual dengan kelompok bisa di lihat pada contoh : seorang guru sedang mengajar siswa-siswinya di dalam kelas. - Interaksi antara
kelompok dengan kelompok
Bentuk interaksi seperti ini menunjukan bahwa kepentingan individual dalam kelompok merupakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individual dalam kelompok lain.
3. Kelompok-kelopmpok
Sosial
Manusia adalah mahluk
sosial. Sosialitas manusia, secara asasi merupakan sesuatu yang tidak dapat
ditolak. Manusia hanya dapat berkembangan sebagai manusia seutuhnya hanya bila
ia berada dalam kelompok. Karl Marx (Perdue, 1986:312) menyatakan bahwa
sociability manusia lebih dari sekedar pengertian bahwa manusia membutuhkan
yang lainnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Macam-macam
Kelompok Sosial
- In
Group dan Out Group
- Primary
Group dan Secondary Group
- Gemeinschaft
dan Gesselschaft
- Formal Group dan Informal Group
Kelompok-kelompok yang tidak teratur nampak
dalam kerumunan masa. Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat
sementara, kerumunan tidak terorganisasi. Kerumunan dapat saja memiliki
pemimpin, namun tidak mempunyai sistem pembagian kerja mapun sistem pelapisan
sosial. Interaksinya bersifat spontan dan tidak terduga. Individu-individu yang
merupakan kerumunan, berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, dan juga pada
waktu yang bersamaan.
Masyarakat Desa & Masyarakat Kota
Masyarakat
pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang
biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi
tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan
masyarakat desa.
Masyarakat
perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih
ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan.
Lembaga kemasyarakatan
adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu
kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat. Wujud yang kongkrit lembaga
kemasyarakatan tersebut adalah asosiasi (Asosiation).
Tujuan Lembaga Kemasyarakatan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Menjaga Keutuhan masyarakat
2. Pedoman dalam bertingkah laku dalam menghadapi masalah
dalam masyarakat,terutama menyangkut kebutuhan
pokok.
3. Merupakan pedoman sistem pengendalian sosial di
masyarakat
Social Control adalah sistem atau proses yang dijalankan oleh masyarakat selalu disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat.
Ciri-ciri umum dan tipe lembaga kemasyarakatan
Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatan mempunyai beberapa ciri umum,yaitu :
a) Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola prilaku yang terwujud dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
b) Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan.
c) Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d) Lembaga kemasyarakatan mempuyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk memcapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e) Lembaga bisanya juga merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
f) Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tidak tertulis.
Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatan mempunyai beberapa ciri umum,yaitu :
a) Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola prilaku yang terwujud dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
b) Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan.
c) Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d) Lembaga kemasyarakatan mempuyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk memcapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e) Lembaga bisanya juga merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
f) Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tidak tertulis.
Tipe-tipe Lembaga kemasyarakatan dapat diklasifikasikan sebagai berikut
:
1. Sudut
perkembangannya.
2. Sudut
sistem nilai-nilai.
3. Sudut
penerimaan masyarakat.
4. Sudut
fungsinya.
5. Struktur Sosial & Perubahan Sosial
Stratifikasi sosial
merupakan suatu konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota
masyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimilikinya. Mobilitas sosial
merupakan perubahan status individu atau kelompok dalam stratifikasi sosial. Pelapisan
sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara
vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim
A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat
ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya
lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada
lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial.
P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut
stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam
kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi
kemasyarakatan.
Faktor-Faktor Perubahan
Sosial
Faktor internal :
• Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
• Adanya Penemuan Baru: 1. Discovery 2. Invention 3. Innovation /Inovasi
• Konflik yang terjadii dalam masyarakat
• Pemberontakan atau revolusi
Faktor eksternal :
1. perubahan alam
2. peperangan
3. pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)
Faktor internal :
• Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
• Adanya Penemuan Baru: 1. Discovery 2. Invention 3. Innovation /Inovasi
• Konflik yang terjadii dalam masyarakat
• Pemberontakan atau revolusi
Faktor eksternal :
1. perubahan alam
2. peperangan
3. pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)
Perubahan Sosial Abad
20
Pada permulaan abad ke 20, gelombang
besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Itu semua berakibat pesatnya
pertumbuhan penduduk, kemudian munculnya kota-kota industri baru, dan
bertambahnya kriminalitas dan lain-lain. Konsekuensinya adalah perubahan besar
masyarakat pun tak terelakkan.
Perubahan itu menggugah para ilmuwan sosial
untuk berpikir keras, mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai
dengan kondisi masyarakat pada saat itu. dan kemudian lahirlah sosiologi
modern.
6. Sistrm Politik
Sistem Politik adalah
berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam
suatu unit atau kesatuan (masyarakat/negara).
Objek politik dibagi atas empat objek:
- Sistem
sebagai Objek Umum
- Objek-objek
Input
- Objek-objek
Output
- Pribadi
sebagai Objek
Sistem politik
Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam
Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses
penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi
dan penyusunan skala prioritasnya. Sistem politik Indonesia dalam rangka
mewujudkan cita-cita bangsa dan mencapai tujuan nasional maka harus sesuai
dengan Pancasila dan UUD 1945. Dalam menyelenggarkan politik negara,
yaitu keseluruhan penyelenggaraan politik dengan memanfaatkan dan
mendayagunakan segala kemampuan aparatur negara serta segenap daya dan dana
demi tercapainya tujuan nasional dan terlaksananya tugas negara sebagaimana
yang ditetapkan dalam UUD 1945. Sebagai suatu sistem, sistem politik terdiri
atas berbagai sub sistem antara lain sistem kepartaian, sistem pemilihan umum,
sistem budaya politik dan sistem peradaban politik lainnya. Dalam eksistensinya
sistem politik akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan tugas dan
fungsi pemerintahan serta perubahan dan perkembangan yang ada dalam faktor
lingkungan.
7. Struktur & Fungsi Politik
Struktur politik adalah
tata susunan kelembagaan dalam kehidupan politik suatu negara. Struktur politik
terdiri dari suprastruktur dan intrastruktur.
Suprastruktur mencakup :
1. pemerintahan
2. lembaga tinggi negara
3. aparatur-aparatur
Infrastruktur mencakup saluran organisasi untuk penyaluran aspirasi rakyat, seperti :
1. parpol (partai politik)
2. kelompok kepentingan
3. kelompok penekanan
4. pendapat umum bersama-sama media massa
Suprastruktur mencakup :
1. pemerintahan
2. lembaga tinggi negara
3. aparatur-aparatur
Infrastruktur mencakup saluran organisasi untuk penyaluran aspirasi rakyat, seperti :
1. parpol (partai politik)
2. kelompok kepentingan
3. kelompok penekanan
4. pendapat umum bersama-sama media massa
Fungsi politik adalah pemenuhan tugas dan
tujuan struktur politik. Jadi, suatu struktur politik dapat dikatakan berfungsi
apabila sebagian atau seluruh tugasnya terlaksana dan tujuannya tercapai. Oleh
karena itu, struktur politik di bedakan atas infrastruktur politik, yaitu
struktur politik masyarakat atau rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat,
sektor politik masyarakat, dan suprastruktur politik, yaitu struktur politik
pemerintahan, sektor pemerintahan, suasana pemerintahan.
Intinya
struktur politik merupakan sekumpulan elemen didalam pemerintahan yang
fungsinya agar pemerintahan tesebut dapat berjalan dengan maksimal dan efisien.
8.
Sistem Pemerintahan & Demokrasi
Pengertian sistem
pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur
pemerintahannya. Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini
dibedakan menjadi :
1. Presidensial.
2. Parlementer.
3. Komunis.
4. Demokrasi liberal.
5. Liberal.
6. Kapital.
Pengertian demokrasi adalah sebuah pemerintahan
dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pengertian lain demokrasi adalah
memperbincangkan tentang kekuasaan. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua.
Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang, dan di dalam sistem politik yang
demokratis seluruh warga atau seluruh masyarakat mempunyai hak, kesempatan dan
suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia.
Lembaga negara adalah
lembaga pemerintahan, dimana lembaga tersebut dibuat oleh suatu negara, dari
negara, dan untuk negara yang bertujuan untuk membangun negara itu sendiri.
9. Hukum, Kekuasaan dan
Wewenang
Hukum merupakan
peraturan-peraturan dan larangan-larangan yang bentuknya tertulis maupun tidak
tertulis, dibuat oleh penguasa yang berwenang untuk mengurus tata tertib suatu
masyarakat yang harus ditaati agar kehidupan masyarakat terjamin keamanan dan
ketertibannya. Hukum itu mempunyai sifat mengatur dan memaksa, serta memilki
sanksi bagi yang melanggarnya. Menurut wujudnya hukum dibedakan menjadi dua,
yaitu :
1.Hukum Obyektif.
2. Hukum Subyektif
Kekuasaan berarti suatu
kemampuan yang melekat pada seseorang yang digunakan untuk mendapatkan sesuatu
sesuai cara yang dikehendaki. Dalam hal ini kekuasaan seorang pemimpin
memerlukan basis kekuasaan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi orang lain.
Aspek yang paling penting dari kekuasaan adalah bahwa kekuasaan tersebut merupakan fungsi ketergantungan. Semakin besar ketergantungan B terhadap A maka makin besar kekuasaan yang dimiliki A terhadap B.
Aspek yang paling penting dari kekuasaan adalah bahwa kekuasaan tersebut merupakan fungsi ketergantungan. Semakin besar ketergantungan B terhadap A maka makin besar kekuasaan yang dimiliki A terhadap B.
Saluran-saluran
Kekuasaan:
1. Saluran Militer
2. Saluran Ekonomi
3. Saluran Politik
4. Saluran Tradisional
5. Saluran Idiologi
Dasar dari wewenang
adalah hukum. Indonesia sebagai negara yang berasaskan konstitualisme, yang
berati semua tindakan negara dan pemerintah, haruslah sesuai atau berlandaskan
kepada konstitusi. Undang-undang dan hukum yang dibuat sebagai pelaksanaan yang
harus mencerminkan isi dari konstitusi tersebut.
Birokrasi adalah sebuah konsep sosiologi dan sains politik yang
merujuk kepada cara bagaimanapun melaksankan dan menguatkan peraturan-peraturan
yang sah secara sosial. Pengurusan ini disifatkan dengan tatacara piawai,
pembagian tanggung jawab, hierarki dan hubungan tidak pribadi.
Public choice merupakan sebuah perspektif didalam bidang politik
yang timbul dari pekembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi
terhadap proses pengambilan keputusan kolektif dan berbagai fenomena non pasar.
Perkembangan Public Choice dalam mengubah bidang-bidang sosial maupun
politik sesuai hukum ekonomi klasik yang analog dengan pemerintahan dan
penawaran komoditas. Dengan analogi tersebut, maka pemerintah bisa diartikan
sebagai supplier, yang bisa menyediakan komoditas publik untuk masyarakat.
Public Choice bukan suatu objek studi tetapi sebuah cara menelaah subjek, jadi
Public choice bisa menjadi petunjuk bagi pengambil keputusan untuk menentukan
pilihan kebijakan yang efektif.
Rent Seeking merupakan suatu proses dimana seseorang atau sebuah
perusahaan mencari keuntungan melalui manipulasi dari situasi ekonomi daripada
melalui perdagangan.
Money Politic adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap
seseorang baik agar orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun
agar menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum.
11. Kelompok-kelompok
Sosial
Manusia adalah mahluk sosial. Sosialitas manusia, secara
asasi merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolak. Manusia hanya dapat
berkembangan sebagai manusia seutuhnya hanya bila ia berada dalam kelompok.
Kelompok-kelompok yang tidak teratur
nampak dalam kerumunan masa. Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang
bersifat sementara, kerumunan tidak terorganisasi. Kerumunan dapat saja
memiliki pemimpin, namun tidak mempunyai sistem pembagian kerja mapun sistem
pelapisan sosial. Interaksinya bersifat spontan dan tidak terduga.
Individu-individu yang merupakan kerumunan, berkumpul secara kebetulan di suatu
tempat, dan juga pada waktu yang bersamaan.
Masyarakat
desa menurut Sutardjo Kartohadi Kusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa
adalah suatu kesatuan hokum di masa hokum di mana bertempat tinggal suatu
masyarakat pemerintahan sendiri.
Masyarakat
kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya
yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Macam macam kelompok sosial :
o kelompok social statistic
o Kelompok kemasyarakatan
o Kelompok social
o Kelompok asosiasi
12. Kebudayaan dan Masyarakat
Kebudayaan ialah semua hasil karya, rasa dan
cita-cita masyarakat.
Unsur-unsur kebudayaan menurut C.Kluckhohn:
- Peralatan dan
perlengkapan hidup manusia.
- Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem
ekonomi.
- Sistem kemasyarakan.
- Bahasa
- Kesenian.
- Sistem pengetahuan.
- Religi.
Fungsi kebudayaan yaitu
untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan
berbuat untuk menentukan sikap jika akan berhubungan dengan orang lain di dalam
menjalankan hidupnya.
Gerak kebudayaan atau
dinamika kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup didalam masyarakat yang
menjadi wadah kebudayaan. Gerak manusia terjadi oleh sebab adanya hubungan
dengan manusia lain. Artinya, karena terjadinya hubungan antar kelompok manusia
dalam masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar