Selasa, 07 Januari 2014

Tugas 3: Budaya Mudik dari Dampak Positif dan Negative

Tugas 3



Budaya Mudik dari Dampak Positif dan Negative

Fenomena pulang kampung (mudik) pada saat Idul Fitri telah menjadi peristiwa budaya dan keagamaan yang sangat semarak. Menjelang Idul Fitri 1433 H, menurut Suroyo Alimoeso, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, diprediksi jumlah pemudik mencapai 16 juta jiwa.

Besarnya jumlah pemudik yang puncaknya diperkirakan dua-tiga hari menjelang Idul Fitri, telah menimbulkan permasalahan yang tidak mudah dipecahkan. Karena dalam waktu yang hampir bersamaan puluhan juta orang melakukan perjalanan mudik, melalui darat dengan kendaraan sepeda motor, mobil, kendaraan umum (bus) dan kereta api, serta udara dengan pesawat terbang, dan laut dengan kapal laut. Permasalahan yang ditimbulkan dari mudik antara lain:

Pertama, banyak kecelakaan lalulintas. Dari tahun ke tahun, terus meningkat angka kecelakaan. Tahun ini H-9 dan H-8 (Sabtu 11/8 dan Minggu 12/8), menurut Data Kepolisian Republik Indonesia telah meninggal sebanyak 88 orang. Kecelakaan paling banyak ialah pengendara sepeda motor. Faktor kecelakaan banyak disebabkan oleh faktor manusia, kendaraan, jalan raya, dan cuaca. Walaupun angka kecelakaan tinggi, para pemudik tidak takut dengan bahaya yang mengancam.

Kedua, berutang dan menggadaikan barang demi mendapatkan uang untuk biaya mudik. Ini merupakan permasalahan dan tantangan yang setiap tahun dijalani sebagian pemudik. Demi mudik ke kampung halaman, mereka berutang dan menggadaikan barang.

Ketiga, biaya perjalanan meningkat berlipat kali, karena semua moda transportasi menaikkan biaya menjelang dan sesudah lebaran Idul Fitri. Karena itu para mudik sebagian besar menggunakan kendaraan sepeda motor, walaupun tingkat kecelakaan sangat tinggi dari tahun ke tahun.

Tujuan Mudik
Beratnya tantangan yang dihadapi para pemudik, tidak pernah menyurutkan niat dan kemauan mudik ke kampung halaman. Paling tidak ada lima alasan yang menjadi tujuan para pemudik pulang kampong
Pertama, dorongan keagamaan yang telah menjadi budaya. Begitu kuat tarikan keagamaan yang telah menjadi budaya, karena Islam mengajarkan bahwa mereka yang sudah berpuasa akan diampuni dosa-dosanya. Akan tetapi, yang diampuni hanya dosa di hadapan Allah, sedang dosa kepada orang tua, saudara kandung, tetangga dan sekampung, tidak akan diampuni kecuali saling bermaaf-maafan dengan jabat tangan melalui silaturahim antara satu dengan yang lain.

Kedua, ziarah ke kubur. Telah menjadi budaya di kalangan masyarakat bahwa menjelang puasa Ramadan dan Idul Fitri, anak-anak, menantu, keluarga dan famili pergi berziarah ke kubur orang tua, kakek, nenek dan leluhur serta keluarga terdekat sambil mendoakan. Itu tidak mungkin dilakukan kalau tidak mudik. Bagi mereka yang berasal dari kampung. Maka dalam kesempatan Idul Fitri dilakukan ziarah ke kubur, selain silaturahim.

Ketiga, rindu kampung halaman. Setiap tahun kerinduan kepada kampung halaman selalu diobati dengan mudik. Ini adalah fenomena sosial yang menarik sebagai makhluk sosial, rindu kepada asal usulnya di kampung halaman. Oleh karena itu, tantangan berat yang dihadapi untuk pulang kampung, tidak menjadi persoalan, mereka tetap lakoni dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.

Keempat, bernostagia di kampung halaman. Masa kecil di kampung halaman adalah masa-masa yang paling indah dan menyenangkan. Maka setiap tahun, kenangan indah itu, selalu ingin diperbaruai dengan pulang kampung sambil membawa keluarga seperti anak, menantu dan istri supaya ikut menghayati suasana kampung di masa dahulu.

Kelima, unjuk diri kesuksesan di perantauan. Hal itu, ikut juga mewarnai perasaan sebagian pemudik untuk pulang kampung. Budaya pamer berlaku kepada semua tingkatan sosial. Maka momentum Lebaran, pulang kampung dengan niat yang bermacam-macam, salah satu adalah unjuk diri (pamer).

Dampak Negatif Mudik
Mudik Lebaran yang sudah menjadi budaya, diakui atau tidak, mempunyai dampak negatif. Pertama, konsumerisme, pamer kemewahan, boros dan berbagai perilaku yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Islam dan tujuan puasa itu sendiri. Di mana hasil puasa selama sebulan penuh, seharusnya semakin menghadirkan ketakwaan yaitu kedekatan kepada Allah dan sesama manusia yang sebagian besar masih mengalami kesulitan hidup. Mereka masih dihimpit kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Kedua, bisa mengundang cemburu dan iri hati para penduduk kampung Pulangnya para pemudik untuk berlebaran di kampung halaman, dengan memamerkan kemewahan misalnya mobil yang bagus, baju dan sepatu yang baru, bisa menimbulkan 'cultural shock' (goncangan budaya). Di mana orang-orang kampung atau desa meniru dan mengikuti cara hidup orang kota yang pulang kampung, misalnya berutang dan atau menjual harta benda seperti tanah untuk membeli motor, mobil dan sebagainya sebagai asesori kemewahan.

Bisa juga orang-orang kampung terutama anak-anak muda, laki-laki dan perempuan merantau, dalam rangka mengikuti jejak para pemudik. Untuk mendapatkan harta dan kemewahan, mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang dan harta, supaya tahun berikutnya, mereka juga bisa mudik dan menampilkan kekayaan dan kemewahan seperti saudara-saudaranya yang mudik tahun lalu.

Ketiga, memacu urbanisasi dan migrasi. Mudik Lebaran, juga bisa berdampak negatif yang memacu peningkatan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kampung atau desa ke berbagai kota di Indonesia. Selain itu, juga dapat mendorong meningkatnya migrasi, yaitu perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Dalam sejarah mudik Lebaran, sudah terbukti bahwa usai mudik lebaran, semakin banyak orang kampung yang melakukan urbanisasi, meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kehidupan di kota.

Sebenarnya peristiwa urbanisasi dan migrasi adalah sesuatu yang lumrah dalam kehidupan modern, dan merupakan hak asasi setiap orang yang dijamin dan dilindungi oleh hukum dan undang untuk melakukan sesuai yang diinginkan. Akan tetapi, urbanisasi dan migrasi ke negara lain misalnya ke negeri jiran Malaysia, dan Arab Saudi, banyak menimbulkan masalah, karena mereka yang melakukan urbanisasi dan migrasi ke negara lain, tidak memiliki pendidikan dan kepakaran (skill) yang memadai. Akibatnya untuk bertahan hidup di kota atau di negara lain, mereka terpaksa melakukan berbagai perbuatan yang bertentangan dengan hukum seperti menjadi penjual seks, peminta-minta, bahkan pencuri dan perampok.

Dampak Positif Mudik
Mudik Lebaran, di samping menimbulkan dampak negatif, juga banyak dampak positifnya. Pertama, dampak ekonomi. Mudik para perantau telah menimbulkan dampak positif bagi ekonomi di kampung halaman. Mereka pulang dengan membawa uang dan berbelanja telah mendorong perputaran ekonomi yang tinggi di kampung, sehingga para petani, nelayan dan pemerintah daerah mendapat manfaat ekonomi. Mereka menyewa hotel dan penginapan, telah mendorong kemajuan kampung halaman karena membuka dan memajukan bisnis penginapan dan hotel. Belum lagi, pemudik memberi sedekah, zakat fitrah dan zakat harta (mal) kepada keluarga dan penduduk di kampung halaman mereka.

Kedua, silaturahim (hubungan kasih sayang) antara pemudik dan penduduk kampung terbangun kembali, yang selama hampir satu tahun tidak pernah bertemu. Ini sangat positif untuk memelihara, merawat dan menjaga bangunan kebersamaan satu kampong

Ketiga, persatuan dan kesatuan terjaga dan terpelihara. Bangsa Indonesia yang amat tinggi rasa keagamaan (religiusitas)-nya, telah memberi andil yang besar untuk menjaga, merawat dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia melalui medium silaturahim Idul Fitri. Hal ini, tidak bisa dinilai dengan pengorbanan harta dan tenaga yang dilakukan para pemudik.

Keempat, pengamalan agama. Peristiwa mudik Lebaran, juga mempunyai dampak positif dalam pengamalan ajaran Islam. Karena di tengah kemajuan yang membawa manusia kepada perilaku individualistik, yang enggan berhubungan dengan pihak lain dan merasa terganggu, melalui medium silaturahim Idul Fitri dalam rangka hubungan manusia (hablun minannaas) tetap diamalkan, dan bahkan telah menjadi budaya seluruh bangsa Indonesia.

Kelima, secara sosiologis, mudik Lebaran mendekatkan si perantau yang sudah sukses dengan mereka yang masih berdomisi di kampung halaman seperti orang tua, famili dan teman-teman. Peristiwa mudik, bisa memperbaharui kembali hubungan sosial dengan masyarakat sekampung, yang tentu berdampak positif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kesimpulan
Peristiwa mudik Lebaran yang telah menjadi budaya, harus terus dipelihara, dijaga dan dilestarikan, karena dampak positifnya lebih banyak ketimbang dampak negatifnya. Yang harus dilakukan ialah mengurangi dampak negatif mudik dengan melakukan, pertama, meningkatkan kesadaran para pemudik bahwa keselamatan dalam perjalanan mudik adalah segalanya.

Mereka yang akan mudik, dan sedang dalam perjalanan mudik, diharapkan semakin hati-hati menjaga keselamatan. Jangan memaksakan diri dalam perjalanan, harus berhenti dan beristirahat secukupnya baru melanjutkan lagi perjalanan.

Pada tahun-tahun mendatang, mudik dengan kendaraan bermotor secara bertahap harus dihentikan dengan menitipkan kendaraannya di kapal laut, dan kereta api untuk diantar ke kampung halaman. Suami istri, dan dan anak-anak, sebaiknya memilih kendaraan umum, kereta api atau kapal laut untuk keselamatan dalam perjalanan mudik.

Kedua, pemerintah harus terus meningkatkan penyediaan transportasi massal untuk melayani pemudik. Selain itu, berbagai perusahaan yang peduli pemudik, dari jauh hari harus bekerja sama dengan media untuk memberitahu masyarakat tentang adanya penyediaan fasilitas mudik.

Ketiga, para pemudik harus membuat perencanaan. Paling kurang tiga bulan sebelum mudik sudah memesan tiket dan menghubungi perusahaan atau organisasi yang biasa menyelenggarakan mudik bareng secara gratis.

Keempat, pemerintah terutama Kementerian Pekerjaan Umum RI, sudah saatnya membuat jalan yang berkualitas tinggi untuk jangka waktu yang panjang. Jangan seperti sekarang, setiap tahun jalan raya yang dilalui pemudik dilakukan tambal sulam dan tidak pernah baik.

Kelima, sudah saatnya seluruh bangsa Indonesia terutama para pemudik meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas. Pada saat yang sama, aparat kepolisian sebagai aparat penegak keamanan, menindak mereka yang tidak disiplin dalam berlalu lintas.

Semoga semangat mudik Lebaran mendorong seluruh bangsa Indonesia untuk mengambil hikmah yang positif dan negatif dari peristiwa mudik, demi perbaikan di masa depan.

Senin, 06 Januari 2014

Tugas ke 2: Visi, misi & action suatu perusahaan

Tugas 2

Visi dan Misi PT Unilever Tbk.
Visi:
·         Kami bekerja untuk membangun masa depan yang lebih baik setiap hari

·         Kami membantu orang-orang merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan dengan brand dan pelayanan yang baik bagi mereka dan bagi orang lain

·         Kami menjadi sumber inspirasi orang-orang untuk melakukan hal kecil setiap hari yang dapat membuat perbedaan besar bagi dunia

·         Kami akan mengembangkan cara baru dalam melakukan bisnis dengan tujuan membesarkan perusahaan kami dua kali lipat sambil mengurangi dampak lingkungan

·         Kami sepenuhnya menyadari bahwa kami perlu mengembangkan model baru untuk pertumbuhan usaha. Kami bertujuan melaksanakan program kerja jangka panjang dengansupplier kami, para pelanggan dan rekan lainnya dalam mencapai tujuan ini.


Misi:                  
Kemajuan sebuah perusahaan dipengaruhioleh banyak aspek, mulai dari visi dan misi perusahaan, bisnis plan dan dalam edisi ini Human Capital akan membahas mengenai succession plan atau rencana suksesi. Untuk menggali pengalaman mengenai rencana suksesi ini rasanya sangat wajar jika kita coba berkaca pada perusahaan besar seperti PT. Unilever Indonesia Tbk.

Bagi PT. Unilever Indonesia tbk, rencana suksesi dianggap sangat penting karena berkaitan dengan kelangsungan perusahaan. “Rencana suksesi itu menurut saya sangat penting karena kami beroperasi jangka panjang bukan hanya operasi satu atau dua tahun,” tutur Joseph Bataona, Human Resources Director PT. Unilever Indonesia tbk. Menurut Joseph, kalau sebuah perusahaan beroperasi dalam jangka panjang, perusahaan tersebut harus mempunyai rencana yang jelas dalam jangka panjang tentang bagaimana mendorong bisnis dalam kaitannya dengan penyediaan tenaga kerja di berbagai level dengan capability yang diperlukan di periode yang berbeda-beda.

Suksesi yang dilakukan PT. Unilever tidak selalu hanya berhubungan dengan posisi yang bisa dikatakan tinggi. “Unilever tadi malam merayakan dan memberi penghargaan bagi karyawannya yang sudah bekerja paling tidak 15, 25 dan sudah akan pensiun,” papar Joseph. Rencana suksesi dipersiapkan secara matang oleh Pt. Unilever. “Tahun ini saja mereka yang akan memasuki masa pensiun itu 54 orang, yang 25 tahun itu ada 214 orang, dan yang 15 tahun itu ada 14 orang, jadi total yang kami rayakan ada 282 orang. Jadi bayangkan bahwa untuk tahun ini saja kami harus menyediakan penggantian untuk mereka di berbagai level,” tambahnya. Yang memasuki masa kerja 25 tahun itu 214 orang itu berarti mereka juga akan segera masuk ke masa pensiun dan kita harus Persiapkan penggantinya dan itu di berbagai level. Yang kita lakukan itu memang terencana dan tidak ada yang dadakan. Artinya kita lihat ke depan dalam jangka panjang. Lalu kita plot pertahunnya. Jadi sudah kita diskusikan siapa yang akan pergi termasuk pertambahan karyawan seiring dengan pertumbuhan perusahaan.

Secara teknis rencana suksesi PT. Unilever ke depan, seperti dijelaskan Joseph, pertama karena pertumbuhan perusahaan ke depan harus melihat apakah perusahaan akan punya karyawan yang sama atau mengalami pertambahan atau pengurangan, kedua apakah perusahaan mempunyai stock tenaga kerja dan apakah stock ini akan cukup atau perlu ditambah atau mungkin orangnya tetap sama tetapi perlu dididik lagi untuk memenuhi requirement di tahun mendatang. Dalam konteks unilever, sejak awal tahun 70-an telah mempunyai program untuk merekrut fresh graduate dari perguruan tinggi. “Mereka yang direkrut adalah mereka yang punya potensi bisa naik setinggi mungkin di dalam organisasi ini. Kami didik mereka untuk bisa di posisi baik vertical maupun horizontal,” jelas Joseph. “Hal ini memungkinkan mereka belajar, untuk bisa mengisi posisi yang ada baik disamping atau di atas mereka. Hasil dari itu saat ini direksi lokal kami adalah mantan management trainee yang kami rekrut saat masih fresh graduate,” ujarnya bangga.

Selain itu, untuk mendukung rencana suksesi di perusahaan, PT. Unilever mempunyai buku panduan yang dinamakan ‘Professional Skill Dictionary’. “Masing-masing role di perusahaan ini mempunyai petunjuk pengetahuan apa yang harus dia punya untuk semua level. Di sini kami definisikan ada basic awareness, working knowledge, fully operational dan yang paling tinggi leading act,” papr Joseph. Jadi setiap karyawan selalu dibandingkan dengan requirement dari pekerjaannya, apakah cocok atau tidak, jika belum cocok yang akan dilakukan perusahaan adalah pengembangan orangnya. Rencana suksesi ini dilakukan juga untuk menghadapi keadaan darurat seperti ketika karyawan yang tiba-tiba pindah ke perusahaan lain. Meski demikian tetap tidak menutup kemungkinan jika karyawan pengganti harus diambil dari luar perusahaan. “Mungkin dalam perkembangan perusahaan yang cepat ada yang setelah kami identifikasi ternyata kami tidak punya tenaga itu di dalam atau untuk menunggu pengembangan tenaga di dalam itu terlalu lama,” tukasnya.

Sedangkan untuk mengukur keberhasilan rencana suksesi itu yang paling gampang adalah dengan menggunakan performance a phrasal. “Setiap tahun kami punya PA. Melalui PA kami diskusikan dengan si karyawan mengenai target yang harus dia capai dan mengenai pengembangan dirinya sendiri, karena pada awal tahun itu kami bukan hanya agree dengan target tapi juga development program,” jelasnya. “Dan lebih baik membantu seseorang untuk achieve dari pada memikirkan mengenai punishment, kalau sudah coba mengembangkan dia tapi masih gagal secara alami itu akan terseleksi dengan sendirinya, misalnya dia akan maju lebih lama dari pada teman-temannya,” tegasnya.


Dengan portfolio brand kami yang kuat, kehadiran yang menonjol pasar dan komitmen yang bertahan lama untuk berbagi nilai kreasi, kami percaya kami berada di tempat terbaik untuk mencapai tujuan ini.

 

Action: Tujuan PT. Unilever Tbk.


Tujuan corporate kami adalah bahwa kesuksesan memerlukan “standar tertinggi dari perilaku corporate terhadap setiap orang yang bekerja dengan kami, komunitas yang kami sentuh dan lingkungan yang terdampak dari pekerjaan kami.”

Selalu bekerja dengan integritas

Beroperasi dengan integritas dan rasa hormat pada orang-orang, sentuhan bisnis kami pada organisasi dan lingkungan selalu menjadi pusat dari tanggung jawabcorporate kami.


Dampak Positif

Kami bertujuan memberikan dampak positif dengan berbagai cara: melalui brandkami, melalui kegiatan komersial dan hubungan kami, melalui kontribusi sukarela, serta berbagai cara lain dimana kami berhubungan dengan masyarakat.

Komitmen yang berlanjut

Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan cara dalam menangani dampak lingkungan dan bekerja dengan tujuan jangka panjang kami dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Menjalankan aspirasi kami

Tujuan corporate kami telah memberikan aspirasi bagi kami untuk mengelola bisnis. Hal ini diperkuat peraturan kami dalam prinsip-prinsip bisnis yang menjelaskan standar operasional yang diikuti semua karyawan Unilever, dimanapun mereka berada diseluruh dunia. Aturan ini juga mendukung pendekatan kami pada pemerintah serta tanggung jawab corporate.

Bekerja dengan yang lain

Kami ingin bekerja dengan para penyedia sumber daya yang memiliki nilai dan standar yang sama dengan kami dalam bekerja. Peraturan tentang rekanan bisnis, sejalan dengan peraturan prinsip bisnis kami, terdiri dari sepuluh prinsip yang meliputi integritas bisnis dan tanggung jawab yang berhubungan dengan karyawan, konsumen dan lingkungan
·      Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja individual dengan self esteem dan self efficacny sebagai variabel intervening
Cecilia Engko, 2008 http://www.stietrisakti.ac.id                    (12 November 2013, 10:12)
·       Pengaruh Anggaran Partisipatif Terhadap Kinerja Manajerial Melalui Kesenjangan Anggaran Dan Motivasi Kerja Pada Pt. (Persero) Pelabuhan Indonesia – I Medan
M.    Nursidin, 2008 http://repository.usu.ac.id                         (12 November 2013, 10:23)

·      Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia)

Ida Ayu Brahmasari, 2008 http://cpanel.petra.ac.id                 (12 November 2013, 10:31)
·      Analisis faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja  sistem informasi Akuntansi
Acep Komara, 2006 http://www.ejournal.undip.ac.id              (12 November 2013, 11:04)
·      Pengaruh Penilaian Kinerja dengan ROI dan EVA terhadap Return Saham pada Perusahaan yang Tergabung dalam Indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia
Harjono Sunardi, 2010 http://cls.maranatha.edu                       (12 November 2013, 11:45)
·      Analisis Pengukuran Kinerja dengan Metode Balanced Scorecard pada Sub Direktorat Property and Facilities Management PT. Indosat, Tbk http://repository.ipb.ac.id           (12 November 2013, 11:51)

·      Pengaruh Komitmen Organisasional dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III di Sumatera Utara

Diana Sulianti K. L. Tobing, 2009 http://cpanel.petra.ac.id         (12 November 2013, 12:10)
·      Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Perusahaan
Benny Kuryanto dan Muchamad Syafruddin, 2008 http://eprints.undip.ac.id (12 November 2013, 12:34)
·      ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN LAMA KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java)
Deewar Mahesa dan Indi Djastuti, 2010 http://eprints.undip.ac.id      (12 November 2013. 12:47)
·      Pengukuran Kinerja Pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dengan Pendekatan Balanced Scorecard
Siti Choeriah, 2008 http://repository.ipb.ac.id                                    (12 November 2013, 13:20)