Mengamati perjalanan blogger (sebagai konsumen) pergi ke
Singapura
Disini saya akan
mengamati pendapat konsumen dari salah satu travel blogger mengenai perjalanannya
menuju ke Negara Singapura. Sebelumnya, saya sendiri juga berpengalaman pergi ke
singapura menaiki kapal ferry dari kota Batam karena jaraknya yang tidak
terlalu jauh kurang lebih hanya 1 jam saja hingga sampai ke Singapur. Kota Batam adalah kota terbesar di
Provinsi Kepulauan Riau dan merupakan kota dengan
populasi terbesar ke tiga diwilayah Sumatrasetelah Medan dan Palembang. Batam merupakan sebuah kota dengan letak
sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini
memiliki jarak yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Pertama menuju ke
terminal ferry di Batam Centre, penulis mengatakan kepuasan terhadap kondisi
terminal ferry di kota batam seperti kutipan berikut “Kondisi
terminal ferry Batam Centre termasuk bagus: dengan toko-toko yang menjual
souvenir atau kebutuhan lainnya, juga restoran-restoran, semuanya ditata apik
dan modern. Kamar mandinya-pun bersih. Suasananya seperti berada di bandara
saja” terlihat jelas sang penulis puas akan kebersihan dan kerapihan lokasi
terminal tersebut.
Sesampainya disana, kita
melewti kantor imigrasi lalu ditanyakan passport dan ditanya tujuan datang ke Singapura
sama halnya dengan yang penulis rasakan “Turun dari ferry kemudian melewati
konter imigrasi Singapura. Disini ditanyakan lagi passport-nya dan KTP
Indonesia, juga ditanyakan tujuan datang ke Singapura untuk apa? Saya jawab:
mau melancong, dan tempatnya di Orchard Road. Passport langsung di cap petugas
imigrasi yang artinya dipersilahkan untuk melanjutkan masuk negara Singapura.”
Setelah keluar dari kantor imigrasi Singapura, penulis
mencari peta untuk menuntun perjalanan di negara tersebut “Map ini sangat penting untuk menuntun perjalanan kami selama di
Singapura. Map tersebut sangat gamblang, informatif, dan mudah
dimengerti. Inilah salah satu keunggulan dari wisata Singapura” sang
penulis menyukai gambaran yang ada di map tersebut karena memang detail dan
mudah di mengerti oleh wisatawan asing.
Sama hal-nya dengan saya,
disana penulis juga mengunjungi Universal Studio dan berfoto-foto saja tidak
masuk wahana. Selain itu, penulis juga berkunjung ke Sentosa Island naik MRT
dan berhenti di beberapa stasiun seperti Front Harbour, stasiun Dhoby Ghaut,
dan Stasiun Orchard Road.
“Wisata Sehari di
Singapura adalah sebuah sensasi, karena bagaima-pun kami telah melakukan
perjalanan ke luar negeri! Kalau biayanya dibandingkan antara naik pesawat
langsung dari Jakarta ke Singapura dengan melaui kota Batam kemudian naik ferry
ke Singapura, sebenarnya tidak berbeda jauh. Cuma saja kalau melalui Batam,
kami dapat wisata Batam-nya dan wisata Singapura-nya. Jadi dua-duanya dapat
dinikmati. Dan lagi beberapa jenis barang yang dijual di Singapura, ternyata
dapat dengan mudah bisa dibeli di Batam dan tentu harga di Batam akan jauh
lebih rendah dibandingkan dengan harga Singapura. Nah, kalau naik pesawat
langsung Jakarta ke Singapura, tidak akan mendapatkan itu semua”. Saya sependapat
dengan sang penulis kalau perjalanan menuju Singapura dari Kota Batam sangat
menyenangkan dan murah dan bisa merasakan 2 sensasi di tempat yang berbeda. Dan
jika kalian ingin membeli oleh oleh dalam jumlah yang lumayan banyak, bisa beli
di toko oleh oleh yang berada di kota Batam. Kualiatas tidak berbeda jauh namun
harganya murah karena memakai rupiah.
Dari pengalaman sang penulis selaku konsumen yang saya lihat
cukup memuaskan dan tidak jauh beda dengan apa yang saya rasakan. Namun ada
beberapa tempat yang tidak saya kunjungi jadi saya tidak bisa mereview nya
disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar