Tugas 2
Visi dan Misi PT Unilever Tbk.
Visi:
·
Kami
bekerja untuk membangun masa depan yang lebih baik setiap hari
·
Kami
membantu orang-orang merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati
kehidupan dengan brand dan pelayanan yang baik bagi mereka dan
bagi orang lain
·
Kami
menjadi sumber inspirasi orang-orang untuk melakukan hal kecil setiap hari yang
dapat membuat perbedaan besar bagi dunia
·
Kami akan
mengembangkan cara baru dalam melakukan bisnis dengan tujuan membesarkan
perusahaan kami dua kali lipat sambil mengurangi dampak lingkungan
·
Kami
sepenuhnya menyadari bahwa kami perlu mengembangkan model baru untuk
pertumbuhan usaha. Kami bertujuan melaksanakan program kerja jangka panjang
dengansupplier kami, para pelanggan dan rekan lainnya dalam mencapai
tujuan ini.
Misi:
Kemajuan sebuah perusahaan dipengaruhioleh banyak aspek, mulai dari
visi dan misi perusahaan, bisnis plan dan dalam edisi ini Human Capital akan
membahas mengenai succession plan atau rencana suksesi. Untuk menggali
pengalaman mengenai rencana suksesi ini rasanya sangat wajar jika kita coba
berkaca pada perusahaan besar seperti PT. Unilever Indonesia Tbk.
Bagi PT. Unilever Indonesia tbk, rencana suksesi dianggap sangat
penting karena berkaitan dengan kelangsungan perusahaan. “Rencana suksesi itu
menurut saya sangat penting karena kami beroperasi jangka panjang bukan hanya
operasi satu atau dua tahun,” tutur Joseph Bataona, Human Resources Director
PT. Unilever Indonesia tbk. Menurut Joseph, kalau sebuah perusahaan beroperasi
dalam jangka panjang, perusahaan tersebut harus mempunyai rencana yang jelas
dalam jangka panjang tentang bagaimana mendorong bisnis dalam kaitannya dengan
penyediaan tenaga kerja di berbagai level dengan capability yang diperlukan di
periode yang berbeda-beda.
Suksesi yang dilakukan PT. Unilever tidak selalu hanya berhubungan
dengan posisi yang bisa dikatakan tinggi. “Unilever tadi malam merayakan dan
memberi penghargaan bagi karyawannya yang sudah bekerja paling tidak 15, 25 dan
sudah akan pensiun,” papar Joseph. Rencana suksesi dipersiapkan secara matang
oleh Pt. Unilever. “Tahun ini saja mereka yang akan memasuki masa pensiun itu
54 orang, yang 25 tahun itu ada 214 orang, dan yang 15 tahun itu ada 14 orang,
jadi total yang kami rayakan ada 282 orang. Jadi bayangkan bahwa untuk tahun
ini saja kami harus menyediakan penggantian untuk mereka di berbagai level,”
tambahnya. Yang memasuki masa kerja 25 tahun itu 214 orang itu berarti mereka
juga akan segera masuk ke masa pensiun dan kita harus Persiapkan penggantinya
dan itu di berbagai level. Yang kita lakukan itu memang terencana dan tidak ada
yang dadakan. Artinya kita lihat ke depan dalam jangka panjang. Lalu kita plot
pertahunnya. Jadi sudah kita diskusikan siapa yang akan pergi termasuk
pertambahan karyawan seiring dengan pertumbuhan perusahaan.
Secara teknis rencana suksesi PT. Unilever ke depan, seperti
dijelaskan Joseph, pertama karena pertumbuhan perusahaan ke depan harus melihat
apakah perusahaan akan punya karyawan yang sama atau mengalami pertambahan atau
pengurangan, kedua apakah perusahaan mempunyai stock tenaga kerja dan apakah
stock ini akan cukup atau perlu ditambah atau mungkin orangnya tetap sama
tetapi perlu dididik lagi untuk memenuhi requirement di tahun mendatang. Dalam
konteks unilever, sejak awal tahun 70-an telah mempunyai program untuk merekrut
fresh graduate dari perguruan tinggi. “Mereka yang direkrut adalah mereka yang
punya potensi bisa naik setinggi mungkin di dalam organisasi ini. Kami didik
mereka untuk bisa di posisi baik vertical maupun horizontal,” jelas Joseph.
“Hal ini memungkinkan mereka belajar, untuk bisa mengisi posisi yang ada baik
disamping atau di atas mereka. Hasil dari itu saat ini direksi lokal kami
adalah mantan management trainee yang kami rekrut saat masih fresh graduate,”
ujarnya bangga.
Selain itu, untuk mendukung rencana suksesi di perusahaan, PT.
Unilever mempunyai buku panduan yang dinamakan ‘Professional Skill Dictionary’.
“Masing-masing role di perusahaan ini mempunyai petunjuk pengetahuan apa yang
harus dia punya untuk semua level. Di sini kami definisikan ada basic
awareness, working knowledge, fully operational dan yang paling tinggi leading
act,” papr Joseph. Jadi setiap karyawan selalu dibandingkan dengan requirement
dari pekerjaannya, apakah cocok atau tidak, jika belum cocok yang akan
dilakukan perusahaan adalah pengembangan orangnya. Rencana suksesi ini
dilakukan juga untuk menghadapi keadaan darurat seperti ketika karyawan yang
tiba-tiba pindah ke perusahaan lain. Meski demikian tetap tidak menutup
kemungkinan jika karyawan pengganti harus diambil dari luar perusahaan.
“Mungkin dalam perkembangan perusahaan yang cepat ada yang setelah kami
identifikasi ternyata kami tidak punya tenaga itu di dalam atau untuk menunggu
pengembangan tenaga di dalam itu terlalu lama,” tukasnya.
Sedangkan untuk mengukur keberhasilan rencana suksesi itu yang
paling gampang adalah dengan menggunakan performance a phrasal. “Setiap tahun
kami punya PA. Melalui PA kami diskusikan dengan si karyawan mengenai target
yang harus dia capai dan mengenai pengembangan dirinya sendiri, karena pada
awal tahun itu kami bukan hanya agree dengan target tapi juga development
program,” jelasnya. “Dan lebih baik membantu seseorang untuk achieve dari pada
memikirkan mengenai punishment, kalau sudah coba mengembangkan dia tapi masih
gagal secara alami itu akan terseleksi dengan sendirinya, misalnya dia akan
maju lebih lama dari pada teman-temannya,” tegasnya.
Dengan portfolio brand kami yang kuat, kehadiran yang menonjol pasar dan komitmen yang bertahan lama untuk berbagi nilai kreasi, kami percaya kami berada di tempat terbaik untuk mencapai tujuan ini.
Source: http://strategi-johanbocahpetualang.blogspot.com/2011/04/visi-dan-misi-pt-unileiver-tbk.html
Action: Tujuan PT. Unilever Tbk.
Tujuan corporate kami adalah bahwa kesuksesan memerlukan
“standar tertinggi dari perilaku corporate terhadap setiap orang yang bekerja
dengan kami, komunitas yang kami sentuh dan lingkungan yang terdampak dari
pekerjaan kami.”
Selalu bekerja dengan integritas
Beroperasi dengan integritas dan rasa hormat pada orang-orang,
sentuhan bisnis kami pada organisasi dan lingkungan selalu menjadi pusat dari
tanggung jawabcorporate kami.
Dampak Positif
Kami bertujuan memberikan dampak positif dengan berbagai
cara: melalui brandkami, melalui kegiatan komersial dan hubungan kami,
melalui kontribusi sukarela, serta berbagai cara lain dimana kami berhubungan
dengan masyarakat.
Komitmen yang berlanjut
Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan cara dalam menangani
dampak lingkungan dan bekerja dengan tujuan jangka panjang kami dalam
mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
Menjalankan aspirasi kami
Tujuan corporate kami telah memberikan aspirasi bagi kami
untuk mengelola bisnis. Hal ini diperkuat peraturan kami dalam prinsip-prinsip
bisnis yang menjelaskan standar operasional yang diikuti semua karyawan
Unilever, dimanapun mereka berada diseluruh dunia. Aturan ini juga mendukung
pendekatan kami pada pemerintah serta tanggung jawab corporate.
Bekerja dengan yang lain
Kami
ingin bekerja dengan para penyedia sumber daya yang memiliki nilai dan standar
yang sama dengan kami dalam bekerja. Peraturan tentang rekanan bisnis, sejalan
dengan peraturan prinsip bisnis kami, terdiri dari sepuluh prinsip yang
meliputi integritas bisnis dan tanggung jawab yang berhubungan dengan karyawan,
konsumen dan lingkungan
·
Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja individual
dengan self esteem dan self efficacny sebagai variabel intervening
Cecilia Engko, 2008 http://www.stietrisakti.ac.id (12 November 2013, 10:12)
· Pengaruh Anggaran
Partisipatif Terhadap Kinerja Manajerial Melalui Kesenjangan Anggaran Dan
Motivasi Kerja Pada Pt. (Persero) Pelabuhan Indonesia – I Medan
M. Nursidin, 2008 http://repository.usu.ac.id (12 November 2013, 10:23)
· Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia)
· Analisis faktor - faktor yang mempengaruhi
kinerja sistem informasi Akuntansi
Acep Komara,
2006 http://www.ejournal.undip.ac.id (12 November 2013, 11:04)
·
Pengaruh Penilaian Kinerja dengan
ROI dan EVA terhadap Return Saham pada Perusahaan yang Tergabung dalam Indeks
LQ 45 di Bursa Efek Indonesia
Harjono Sunardi, 2010 http://cls.maranatha.edu (12 November 2013,
11:45)
·
Analisis Pengukuran Kinerja dengan
Metode Balanced Scorecard pada Sub Direktorat Property and Facilities
Management PT. Indosat, Tbk http://repository.ipb.ac.id (12 November 2013, 11:51)
· Pengaruh Komitmen Organisasional dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara III di Sumatera Utara
Diana Sulianti K. L.
Tobing, 2009 http://cpanel.petra.ac.id (12 November 2013, 12:10)
· Pengaruh Modal Intelektual
Terhadap Kinerja Perusahaan
·
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN
KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN LAMA KERJA SEBAGAI VARIABEL
MODERATING (Studi pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java)
Deewar Mahesa dan Indi Djastuti, 2010 http://eprints.undip.ac.id (12 November 2013. 12:47)
· Pengukuran Kinerja Pada PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bogor Dengan Pendekatan Balanced
Scorecard
Siti Choeriah, 2008 http://repository.ipb.ac.id (12 November 2013,
13:20)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar